Minggu, 02 Juni 2013

Apa itu Akuntansi Leasing?



                Akuntansi untuk leasing menjadi hal yang sangat penting saat ini. Karena sebagaimana kita ketahui bersama bahwa perkembangan system leasing telah menjamur dimana-mana mulai dari yang murah sampai yang mahal sekalipun.Oleh karena itu agar kita dapat menyesuaikan pencatatan akuntansi yang benar dalam transaksi ini maka penting untuk mempelajari akuntansi leasing ini.
                Dalam menggunakan akuntansi leasing pertama kita harus mengetahui dulu karakteritiknya,yaitu:
  1. Ketentuan pembatalan
                Sewa guna usaha (leasing) yang bisa dibatalkan dikategorikan sebagai operating lease.
2. Opsi pembelian murah
Leasse berhak memilih untuk membeli atau menolak aset yang disewa di masa yang akan datang setelah selesai masa kontrak.
3. Masa sewa guna usaha
                Yaitu periode waktu dari awal sampai dengan berakhirnya perjanjian sewa guna usaha.
4. Nilai residu
                Merupakan nilai pasar aset yang disewa pada akhir periode sewa guna usaha.
5. Pembayaran sewa minimum
Pembayaran ini merupakan pembayaran sewa yang diharuskan selama periode sewa guna usaha ditambah jumlah yang harus dibayar untuk opsi pembelian murah atau nilai sisa jaminan.
3. Masa sewa guna usaha
                Yaitu periode waktu dari awal sampai dengan berakhirnya perjanjian sewa guna usaha.
4. Nilai residu
                Merupakan nilai pasar aset yang disewa pada akhir periode sewa guna usaha.
5. Pembayaran sewa minimum
Pembayaran ini merupakan pembayaran sewa yang diharuskan selama periode sewa guna usaha ditambah jumlah yang harus dibayar untuk opsi pembelian murah atau nilai sisa jaminan.
Kriteria Klasifikasi Leasing
  1. Transfer kepemilikan
  2. Opsi pembelian murah
  3. Jangka waktu lease ≥ 75% dari taksiran umur ekonomis aset yang disewa.
  4. Nilai sekarang pembayaran sewa minimum ≥ 90% (tidak termasuk biaya executory) dari nilai wajar aset yang disewa
Bagi pihak lessee (penyewa), jika salah satu dari kriteria umum yang 4 tersebut terpenuhi maka akan diklasifikasikan sebagai capital lease (lease modal).
                Sedangkan untuk lessor ada dua tambahan kriteria pengakuan pendapatan terpenuhi;
  1. Tertagihnya pembayaran sewa minimum dapat diprediksi secara memadai.
  2. Biaya yang masih akan dikeluarkan oleh lessor telah diketahui.
Akuntansi Sewa Guna Usaha – Leassee
  1. Operating Lease
Klasifikasi operating lease akan dianggap sebagai perjanjian sewa menyewa biasa, dimana sewa diakui sebagai beban sewa selama masa sewa guna usaha.

Contoh kasus:
Pada tanggal 1 Januari 2010, PT Samudera Sanjaya menyewa peralatan berlayar dari PT Maritim Abadi senilai Rp 300.000.000 per tahun selama 3 tahun. Maka jurnal yang akan dicatat oleh PT Samudera Sanjaya adalah:
Jurnal dalam buku PT SS
1/1/2012 Beban sewa                                            300,000,000
                                Kas                                                         300,000,000
2.       Capital Lease
Akuntansi untuk capital lease memerlukan jurnal yang serupa dengan jurnal pembelian aset dengan masa kredit/pembayaran jangka panjang.
1. Jumlah yang dicatat sebagai aset dan kewajiban adalah nilai sekarang dari pembayaran sewa minimum di masa mendatang.
                 
Contoh kasus:
                PT Sinar Sahara menyewa sebuah mesin fotocopy dari PT Dirgantara Leasing dengan ketentuan sebagai berikut:
q  Kontrak sewa guna usaha ditandatangani tanggal 1 Januari 2010 dan bersifat tidak dapat dibatalkan. Masa sewa 5 tahun.
q  Pembayaran pertama untuk sewa dilakukan pada tanggal 1 Januari 2010 dan pembayaran berikutnya dilakukan setiap tanggal 31 Desember sebesar Rp 540.000.000. Jumlah ini sudah termasuk baya pemeliharaan dan asuransi mesin fotocopy sebesar Rp 45.000.000
q  PT Sinar Sahara memiliki hak opsi untuk membeli mesin fotocopy tersebut pada akhir tahun ke lima dengan harga Rp 225.000.000
                 
Penyelesaian:
  1. Menghitung nilai sekarang pembayaran sewa minimum
= nilai sekarang  pembayaran sewa + nilai sekarang opsi pembelian murah
= [495.000.000+(495.000.000 x PVAF 10%;4)]+(Rp 225.000.00 x PVF 10%;5)
= [495.000.000 + (495.000.000 x 3,1699)]+(225.000 x 0,6209)
= (495.000.000 + 1.569.100.500) + 139.702.500
= 2.064.100.500 + 139.702.500
= 2.203.803.000

Tabel perhitungan pembayaran sewa dan bunga tiap tahun.





 3. Jurnal








 
Selamat mencoba..
Editor:Zahid

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar